Langsung ke konten utama

Cara Menuju Sokcho dari Seoul

Annyeonghaseyo.

Seoul yang merupakan ibukota negara Korea Selatan adalah kota tujuan utama traveler dari Indonesia. Tapi sebenarnya ada 1 kota kecil nan indah yang lokasinya tidak jauh dari Seoul. Berada di kaki pegunungan Seoraksan yang sangat indah serta memiliki pantai yang cantik, kita bisa menghabiskan waktu di laut dan gunung sekaligus pada hari yang sama. Kota itu bernama Sokcho.

Seoraksan National Park
How?
Kalo dari Seoul, cara termudah menuju Sokcho adalah naik bus. Kita bisa langsung beli tiket bus menuju Sokcho di Dong Seoul Bus Terminal. Dari bandara Incheon, jika naik Seoul Metro (MRTnya Seoul) kita tinggal menuju ke Gangbyeon Station. Nah, Dong Seoul Bus Terminal ini lokasinya tepat di seberang station ini. Bangunannya gede, gak kayak terminal bus di Indonesia, jadi pas pertama kali kesana saya sempet nyasar juga. Tapi saya kasi liat fotonya disini biar lebih jelas yang mana bangunannya.

Dong Seoul Bus Terminal
Masuk ke gedung terminalnya, kita langsung ketemu deretan loket yang banyak banget. Untuk loket di lantai dasar, bus menuju Sokcho akan berhenti di Intercity bus terminal, sedangkan untuk loket bus di lantai atas, busnya berhenti di Sokcho Express Bus Terminal. Mana yang lebih baik? Sama aja, tinggal lihat di peta terminal mana yang lebih dekat ke hotel tempat kalian bakal nginep. Harga tiketnya sekitar KRW 17.000 atau hampir Rp 200.000.

Busnya bagus, formasi tempat duduknya 1-2 jadi lega banget. Ada senderan kepala di tiap kursi jadi kita ga perlu bawa bantal penyangga leher. Tipikal transportasi di negara maju, bus akan berangkat sangat on time, jadi jangan sampai ketinggalan kalo ga mau rugi tiket. Di tengah jalan, bus akan berhenti 1x di tempat peristirahatan untuk ke toilet atau beli cemilan. Sebaiknya beli cemilan di Seoul saja biar ga keburu-buru.

Perjalanan dari Seoul sampai ke Sokcho memakan waktu sekitar 3-4 jam. Jangan lupa minum antimoo kalo mabuk darat. Annyeonghaseyo Sokcho!


Komentar

  1. suatu waktu nanti aku akan kembali lagi ke Korea.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencoba Onsen, Pemandian Air Panas di Jepang - Mandi Bareng Rame-rame

Onsen, atau pemandian air panas, adalah salah satu budaya masyarakat Jepang. Mereka sepertinya hobi banget berendam air panas di onsen ini. Dan uniknya, tidak seperti masyarakat kita yang berendam di pemandian air panas menggunakan pakaian renang, masyarakat Jepang berendam air panas tanpa menggunakan apa-apa. Polos. Rame-rame bareng orang lain yang kenal maupun yang gak kenal. Absurd pokoknya. Saat backpackeran ke Jepang tahun lalu, saya berkesempatan mencoba pengalaman unik dan nyeremin ini. Kenapa nyeremin? Karena pemandian cowok dan cewek dipisah, jadi saya musti bugi bareng pria pria lainnya. Ohmaigod.... Ceritanya, saya booking penginapan di salah satu hotel kapsul di Tokyo. Namanya Asakusa Riverside Capsule. Lokasinya sih bagus, strategis banget. Tepat di samping sungai dan dekat pintu keluar stasiun Asakusa. Dari awal booking sih saya udah tau kalo hotel kapsul kamar mandinya sharing, tapi saya gak nyangka ternyata sharingnya model onsen Jepang mandi bebarengan begini. ...

Upgrade ke e-paspor biar bebas visa ke Jepang

Sejak Desember 2014, Jepang membebaskan wisatawan Indonesia untuk masuk ke negaranya tanpa harus mengajukan visa yang prosedurnya njelimet. Syaratnya, harus sudah memiliki e-paspor. Ini cerita lama. Dulu paspor saya masih paspor biasa. Dan karena saya berencana mengunjungi Jepang pada akhir 2015, jadi saya memutuskan buat upgrade paspor lama saya menjadi e-paspor. Untuk upgrade ke e-paspor, prosedurnya hampir sama seperti proses buat paspor baru. Meskipun paspor lama saya masa berlakunya masih sampai 2018, tapi tetap diijinkan untuk membuat e-paspor baru. Untuk membuat e-paspor, tidak semua kantor imigrasi melayaninya. Hanya kantor imigrasi di DKI Jakarta, Surabaya dan Batam yang melayani pembuatan e-paspor. Biaya pembuatan e-paspor Rp 600.000. Prosedurnya bisa datang langsung ke kantor imigrasi atau daftar dulu lewat online. Perbedaannya hanya di antriannya saja yang dipisah. Waktu itu saya datang langsung ke kantor imigrasi di Jakarta Selatan, dengan pertimbangan, jika daf...

Cara Naik Bus dari Singapore ke Melaka

Lagi jalan-jalan di Singapore lalu tiba-tiba bingung ga tau mau kemana karena saking kecilnya negara itu? Mending ke Melaka aja! Melaka adalah salah satu Heritage City di Malaysia. Lokasinya ga terlalu jauh dari Singapore. Pagi berangkat, siang udah nyampe. Naik apa? Naik bus aja yang murah meriah hore. Caranya gimana? Tenang, saya jelasin caranya step by step. Cara paling mudah adalah naik bus langsung dari Singapore ke Melaka. Tapi karena blog ini isinya traveling murah, jadi saya jelasin cara murahnya, tapi tetep nyaman. Pertama, kita naik MRT ke Bugis Station. Dari stasiun keluar aja nyeberang Victoria Street sampai ketemu Bugis Street. Sampai ujung setelah keluar dari Bugis Street, jalan aja ke arah kanan menyusuri Queen Street. Setelah melewati 2x lampu merah, akan ada satu pelataran tempat bus-bus parkir di sebelah kiri jalan. Naik aja ke bus Causeway Link jurusan JB Sentral (Johor Bahru Sentral) dengan bayar tiket SGD3,3. Sebenarnya kita bisa naik bus kota biasa dengan n...