Annapurna Base Camp Trek - Day 4 - Jhinu, Chomrong, Sinuwa, Bamboo
Namaste!
Hari kedua trekking, target kami adalah dari Jhinu di 1700mdpl sampai ke Dovan di 2600mdpl. Untuk itu kami musti melewati beberapa desa yaitu Chomrong, Lower Sinuwa, Upper Sinuwa, Bamboo, dan akhirnya Dovan (atau sering juga disebut Doban). Trekking hari ini bakal cukup berat karena posisi kami saat ini di Jhinu adalah di bagian bawah bukit, dan Dovan berada 2 bukit jauhnya, jadi hari ini kami harus naik turun 2 buah bukit setinggi ratusan meter.
Dari Jhinu di 1700mdpl, untuk menuju ke Chomrong yang berada di 2170mdpl perkiraan waktu trekkingnya adalah 1,5 jam. Jadi setelah bangun pagi, kami skip sarapan dan hanya pesan garlic soup yang menurut penduduk lokal ampuh untuk mencegah AMS. Rencananya kami akan sarapan di Chomrong saja. Dari Jhinu kami berangkat sekitar jam 7 pagi dan langsung ketemu sama ribuan anak tangga yang curam. Di beberapa tempat, ada pijakan batu yang cukup sempit jadi musti lebih hati-hati di trek ini. Ternyata meskipun cuma 1,5 jam, trek menuju Chomrong ini sangat mengurah tenaga. Jadi begitu sampai di Chomrong kami langsung melipir ke lodge terdekat untuk pesen makan. Seperti biasa kami pesen nasi goreng, tapi kali ini masing-masing pesen satu porsi saking lapernya. Gak lupa juga pesen segelas air panas buat nyeduh kopi sachet yang dibawa dari Indonesia. Ngopi Good Day di pegunungan Himalaya rasanya lebih aduhai.
Chomrong
Karena hidup banyak rasa
Brunch
Ada cafe juga di Chomrong
Beli roti
Setelah makan kurang lebih 1 jam, kami lanjut lagi. Di Chomrong ini ternyata desanya cukup besar, bahkan ada sekolah juga. Di ujung desa kami bertemu pos ACAP untuk pemeriksaan permit lagi. Setelah itu, kami ketemu trek santai menuruni bukit selama sekitar setengah jam sampai ketemu sungai di bawah bukit dengan suspension bridge yang panjang. Setelah menyeberangi jembatan, ketemulah kami dengan bukit berikutnya dengan ribuan anak tangga lagi. Kali ini tidak securam yang tadi, tapi lebih jauh dan lebih tinggi. Sekitar 1,5 jam kami mendaki sampai akhirnya ketemu desa berikutnya yaitu Sinuwa. Desa Sinuwa ini terbagi jadi 2, yaitu Lower Sinuwa dan Upper Sinuwa. Masing-masing terpisah jarak sekitar 45 menit trekking. Begitu sampe di Lower Sinuwa kami istirahat dulu karena kecapekan naik tangga. Di sini kami ketemu lagi dengan Thanh, Thao dan Kuk. Mereka makan siang disini, jadi kami nimbrung aja sambil beli 1 buah apel dibagi 2. Lumayan mahal apelnya per buah NPR150. Saya juga sempat refill air minum disini, per liternya NPR100. (Sebenarnya di beberapa titik kita akan ketemu dengan sumber mata air, tapi beberapa yang sempat kita cek ternyata airnya masih agak kotor. Nanti setelah melewati desa Bamboo barulah mata airnya benar-benar bersih).
Jembatan yang menghubungkan bukit Chomrong dengan bukit Sinuwa
Sinuwa
Nyemil apel
Abis istirahat bentar, kami jalan lagi menuju Upper Sinuwa. Trek menuju Upper Sinuwa didominasi pepohonan di sisi kiri dan jurang di sisi kanan. Cukup teduh tapi di beberapa titik ada yang pepohonannya jarang sehingga keliatan pemandangan lembah di kejauhan dengan backgroundnya Mt. Machhapuchhre dengan puncaknya yang ikonik. Pokoke daebak.
Sampai di Upper Sinuwa, kami memutuskan isi bensin dulu dengan 1 porsi nasi goreng ayam dibagi 2, buat jaga-jaga karena trek menuju Bamboo cukup jauh. Di Upper Sinuwa ini hanya ada sedikit lodge, mungkin hanya 2 atau 3. Lumayan sepi dan masak nasi gorengnya lama banget, jadi kami disini cukup lama sekitar 1 jam. Nasi goreng kami disini adalah menu terakhir kami yang ada dagingnya, karena mulai desa berikutnya, segala menu dengan daging ayam, sapi dan kerbau adalah HARAM.
Upper Sinuwa
Makan siang
Kelar isi bensin sekitar jam setengah 2, lanjut trekking lagi sekitar 2 jam lebih menuju Bamboo. Trek menuju Bamboo didominasi pepohonan yang rapat dan teduh, adem, dingin. Banyak tangga turunan disini, jadi treknya cukup enteng dilalui. Cuman ini bakal jadi pe-er besar pas baliknya nanti, karena bakal nanjak terus tanpa henti disini. Tapi yasudahlah, kesulitan hari ini cukup buat hari ini aja. Masalah besok pikirin besok aja.
Menuju Bamboo
Sampai Bamboo udah jam 4 sore. Istirahat bentar kana beng-beng, ketemu beberapa orang Thailand sambil ngobrol-ngobrol bentar. Untuk menuju Dovan dari Bamboo butuh sekitar 1,5 jam, jadi kalo kami jalan sekarang, maksimal jam 6 kami sudah nyampe Dovan. Di Nepal, jam 6 masih terang. Biasanya baru mulai gelap jam 7. Jadilah kami meneruskan perjalanan menuju Dovan.
Baru 10 menit jalan, kami ketemu satu trekker asal India yang baru turun dari arah Dovan. Doi berbaik hati ngasitau kalo penginapan di Dovan udah full, dan dia mau nginep di Bamboo. Untung aja kami jalan belom jaoh dari Bamboo, jadi kami akhirnya putar badan, balik lagi ke Bamboo, dan menginap di lodge terdekat dengan biaya NPR300 per kamar.
Bamboo
Dining Room di Bamboo
Seharian nasi goreng terus :(
Bamboo ini lokasinya ada di lembah, jadi angin disini cukup kenceng dan dingin banget. Disini juga ada hot shower dengan tarip NPR150. Karena ngirit, saya lebih milih gak mandi dan cuci muka aja. Itu pun cepet cepet coz dingin banget airnya. Sien mantep bgt, doi berani mandi pake shower air dingin di cuaca sedingin ini. Emejing. Padahal suhu saat itu sekitar 5 derajat celcius. Abis kelar bebersih, lanjut makan siang dan kongkow-kongkow di dining room yang cukup cozy, lalu lanjut istirahat. Zzzz Namaste.
Onsen, atau pemandian air panas, adalah salah satu budaya masyarakat Jepang. Mereka sepertinya hobi banget berendam air panas di onsen ini. Dan uniknya, tidak seperti masyarakat kita yang berendam di pemandian air panas menggunakan pakaian renang, masyarakat Jepang berendam air panas tanpa menggunakan apa-apa. Polos. Rame-rame bareng orang lain yang kenal maupun yang gak kenal. Absurd pokoknya. Saat backpackeran ke Jepang tahun lalu, saya berkesempatan mencoba pengalaman unik dan nyeremin ini. Kenapa nyeremin? Karena pemandian cowok dan cewek dipisah, jadi saya musti bugi bareng pria pria lainnya. Ohmaigod.... Ceritanya, saya booking penginapan di salah satu hotel kapsul di Tokyo. Namanya Asakusa Riverside Capsule. Lokasinya sih bagus, strategis banget. Tepat di samping sungai dan dekat pintu keluar stasiun Asakusa. Dari awal booking sih saya udah tau kalo hotel kapsul kamar mandinya sharing, tapi saya gak nyangka ternyata sharingnya model onsen Jepang mandi bebarengan begini. ...
Sejak Desember 2014, Jepang membebaskan wisatawan Indonesia untuk masuk ke negaranya tanpa harus mengajukan visa yang prosedurnya njelimet. Syaratnya, harus sudah memiliki e-paspor. Ini cerita lama. Dulu paspor saya masih paspor biasa. Dan karena saya berencana mengunjungi Jepang pada akhir 2015, jadi saya memutuskan buat upgrade paspor lama saya menjadi e-paspor. Untuk upgrade ke e-paspor, prosedurnya hampir sama seperti proses buat paspor baru. Meskipun paspor lama saya masa berlakunya masih sampai 2018, tapi tetap diijinkan untuk membuat e-paspor baru. Untuk membuat e-paspor, tidak semua kantor imigrasi melayaninya. Hanya kantor imigrasi di DKI Jakarta, Surabaya dan Batam yang melayani pembuatan e-paspor. Biaya pembuatan e-paspor Rp 600.000. Prosedurnya bisa datang langsung ke kantor imigrasi atau daftar dulu lewat online. Perbedaannya hanya di antriannya saja yang dipisah. Waktu itu saya datang langsung ke kantor imigrasi di Jakarta Selatan, dengan pertimbangan, jika daf...
Lagi jalan-jalan di Singapore lalu tiba-tiba bingung ga tau mau kemana karena saking kecilnya negara itu? Mending ke Melaka aja! Melaka adalah salah satu Heritage City di Malaysia. Lokasinya ga terlalu jauh dari Singapore. Pagi berangkat, siang udah nyampe. Naik apa? Naik bus aja yang murah meriah hore. Caranya gimana? Tenang, saya jelasin caranya step by step. Cara paling mudah adalah naik bus langsung dari Singapore ke Melaka. Tapi karena blog ini isinya traveling murah, jadi saya jelasin cara murahnya, tapi tetep nyaman. Pertama, kita naik MRT ke Bugis Station. Dari stasiun keluar aja nyeberang Victoria Street sampai ketemu Bugis Street. Sampai ujung setelah keluar dari Bugis Street, jalan aja ke arah kanan menyusuri Queen Street. Setelah melewati 2x lampu merah, akan ada satu pelataran tempat bus-bus parkir di sebelah kiri jalan. Naik aja ke bus Causeway Link jurusan JB Sentral (Johor Bahru Sentral) dengan bayar tiket SGD3,3. Sebenarnya kita bisa naik bus kota biasa dengan n...
Komentar
Posting Komentar